Kedatangan industri mebel di Malaysia

Industri mebel di Malaysia telah berkembang pesat dalam dekade terakhir. Malaysia dikenal di seluruh Asia Tenggara karena kualitas kayu dan karya ukiran kayu yang hebat. Malaysia juga merupakan pemasok utama kayu ke banyak negara seperti Cina, Jepang, Australia, dan Taiwan. Perabotan kayu Malaysia semakin populer karena harga yang kompetitif, kualitas yang sangat baik, desain yang sangat baik dan dukungan yang diterima industri dari pemerintah nasional Malaysia.

Kayu karet dari Malaysia terutama digunakan untuk membuat furnitur, membuat daftar, dan membuat produk dan peralatan bengkel tukang kayu. Industri furnitur Malaysia terus berkembang karena meningkatnya sumber daya pemerintah. Berikut faktor-faktor utama yang menyebabkan pengembangan industri mebel di Malaysia:

· Ketersediaan peralatan modern berlimpah

· Tersedia kayu mentah berkualitas tinggi.

· Malaysia lebih disukai secara geografis pada peta, sehingga perusahaan ekspor dapat menghasilkan keuntungan besar.

· Dorongan tinggi untuk sektor jati oleh pemerintah.

Beberapa jenis kayu terkenal dari Malaysia, dengan pengecualian kayu karet, adalah kayu-kayu seperti Jati Burma, kayu besi Burma, kayu Walnut, dan Kempis. Semua spesies kayu ini memiliki karakteristik khusus mereka sendiri dan sangat populer untuk digunakan di negara-negara Asia.

Industri mebel Malaysia dapat dibagi ke dalam kategori berikut:

1. Industri kayu gergajian: industri ini terutama berurusan dalam jumlah besar dan menyumbang sebagian besar dari pendapatan ekspor.

2. Laminasi veneer dan produk panel terdiri dari pekerjaan ply dan furnitur dan panel kayu yang dibentuk kembali. Ini digunakan untuk membuat furnitur rumah ringan yang ditujukan untuk komunitas kelas menengah di Asia.

3. Moldings Industry dan bengkel tukang kayu: segmen ini menangani sejumlah besar produksi pintu, jendela, dan bagian yang serupa. Itu juga sangat terhubung ke pasar ekspor melalui Malaysia.

4. Komponen furnitur untuk kebutuhan akomodasi. Kategori ini tidak ada hubungannya dengan ekspor.

Sebagian besar rumah produksi di Malaysia dimiliki oleh pengusaha lokal dan perkiraan menunjukkan bahwa sekitar 75% dari industri kayu dimiliki oleh perusahaan menengah dan usaha kecil. Industri ini dekat dengan daerah-daerah seperti Sarawak dan Sabah. Pabrik-pabrik di wilayah ini sangat memanfaatkan kayu karet untuk produksi produk akhir, di mana merek kayu lainnya diproses di sini dan kemudian dikirim untuk diekspor ke negara lain.



Source by Rinku K Sharma

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *